Sistem Ilmu WingChun
Ilmu Wing Chun adalah diciptakan oleh
WuMei (Ng Mui), seorang bikuni dari Shaolin, sampai saat ini telah tiga
ratusan tahun. Karena secara physiologis, kekuatan dan kemampuan badan
semakin hari semakin berkurang, hal ini adalah proses yang harus dilalui
oleh setiap orang, dan merupakan kenyataan yang tidak dapat dirubah.
Jika berharap tehnik yang menggunakan tenaga, kondisi tubuh akan menurun
mengikuti umur. Namun jika dapat menciptakan sebuah metode yang dapat
menghemat energi, dapat mengurangi kelemahan akibat penuaan.
Setelah SiCo WuMei menyaksikan pertempuran antara Bangau dan Serigala,
akhirnya beliau menyesuaikannya untuk manusia, sehingga terciptanya ilmu
WingChun. Prinsip WingChun tidak tergantung pada kekuatan fisik dalam
pertarungan, seni yang dikembangkan melalui karakteristik otot manusia,
struktur rangka, teor kekuatan, dan kekuatan pikiran serta potensi
kekuatan seseorang. Seni ini dinamakan setelah mengajarkan ke murid
pertamanya seorang perempuan muda yang bernama Yim Wing Chun dan
diwariskan melalui generasi sampai sekarang.
Karakteristik utama
sistem WingChun adalah gerakan yang ekonomis, aksi kelangsungan, pukulan
vertikal lurus, lengket tangan dan teori garis-tengah. Teori ini adalah
berdasarkan fakta bahwa jarak tersingkat antara dua titik adalah sebuah
garis lurus, sehingga teknik gerak dari garis-tengah badan. WingChun
tidak menggunakan teknik yang melebar, arus atau teknik sirkular
sehingga setiap serangan meliputi gerakan yang minimal. Sehingga
menghemat energi dan jarak jadi singkat. WingChun juga kombinasi
tangkisan dengan pukulan dan menyaring skill ini menjadi tingkat tinggi.
Dalam WingChun ada tiga bentuk jurus. Yang pertama adalah “Siu Nim Thao
”, yang artinya angan-angan kecil/niat kecil. Yang kedua adalah “Cham
Khiu” (pencarian tangan) dan yang ketiga adalah “Piu Tzi” (Serangan
jari). Siu Nim Thao adalah sebuah jurus yang terpenting karena memuat
semua teknik tangan WingChun. Siu Nim Thao juga melatih kuda-kuda dan
membantu mengembangkan Energi (Qi) nya. Para murid harus melatihnya
paling kurang 15 menit.
Nilai Siu Nim Thao dalam mengembangkan
tenaga dalam sebagai contoh, ketika GM Victor Kan umur 45 tahun, ia
memutuskan untuk melatih bentuk jurus saat liburan di resort Ski Val
d’lsere. Meskinpun suhu udara -15 derajat, ia membuka jaketnya untuk
berlatih. Awalnya, jari kaki beliau mati rasa, lalu untaian tetesan air
yang membeku pada ujung hidungnya! Dengan konsentrasi beliau mulai
latihan bentuk jurus dengan beberapa menit ia merasa sirkulasi darah
hangat melalui badannya sebagaimana energi mulai mengalir. Untain
tersebut mencair, ia dapat merasakan jari kakinya lagi dan ia diliputi
uap panas! Itu adalah feeling yang dahsyat sekali! Ia merasa begitu
segar dan ia mampu ski melewati pohon.
Dalam berlatih Siu Nim
Thao, semua gerakan adalah digerakan oleh kekuatan pikiran, relax dan
tanpa tenaga fisik. Pengaturan napas untuk setiap gerakan. Ini akan
membuat struktur tubuh mampu mempertahankan tekanan besar dan
menghasilkan energi yang besar. Ada yang menyebutnya dengan istilah “Nim
Lek”, “Qi Gong”, “Loi Gong” (tenaga dalam) atau supranatural yang
karena dianggap sebagai kekuatan yang luar biasa.
Setelah
berlatih Siu Nim Thao, murid akan lanjut ke Chi Sao atau metode menempel
tangan. Pertama menggunakan satu tangan (Tan Chi Sao), kemudian
dilanjut dengan dua tangan (Sheong Chi Sao). Mewujudkan dengan latihan
bentuk unik ini adalah prinsip inti WingChun dengan menggunakan tenaga
lawan untuk melawannya. Wing Chun tidak melawan kekuatan dengan kekuatan
karena yang kuat selalu menang. Malahan melalui latihan ChiSao/menempel
tangan, para murid belajar mengembangkan sensitif pada tangan dan
pergelangannya. Hal ini membolehkan mereka untuk prediksi apa yang akan
dilakukan lawan, sehingga mereka dapat menanggapi ditahap paling awal.
Latihan metode menempel tangan mengembangkan waktu sebagaimana reflex.
Begitu murid telah mahir dengan ChiSao, berikutnya ia akan belajar
bagaimana menggunakan ChiSao/menempel tangan untuk kedua serangan dan
perlindungan terhadap partnernya. Ini dikenal sebagai “Kuo Sao ” dan
akhirnya mengembangkan menjadi format pertarungan penuh. Dalam kelas
semua teknik adalah digunakan dengan pengendalian. Bagaimanapun, tidak
menjadi masalah untuk digunakan dalam keadaan memaksa.
Setelah
Kuo Sao, murid lanjut belajar bentuk kedua yaitu Cham Khiu yang
merupakan bentuk membela diri, mengajar murid bagaimana memutar dan
secara serentak menangkis serangan lalu membalasnya secara langsung.
Teknik Tendangan akan dilatih selanjutnya. Dua teknik dasar kaki
WingChun adalah tendangan depan dan tendangan samping. Keduanya adalah
ditendang melalui garis tengah badan dan gerakan pinggul. Jarang
tendangan dilakukan diatas pinggang karena tendangan rendah adalah
tercepat dilakukan dan paling praktis dalam situasi pertarungan yang
sebenarnya.
Orang Kayu (Mok Yan Cong ) dirangkai sebagai bentuk
lawan dan digunakan untuk murid tingkat yang tinggi untuk mengembangkan
kemampuan mereka dalam pertarungan dengan pengendalian. Penggunaan Orang
Kayu yang benar meliputi pemahaman skill dalam prinsip WingChun yang
disebut sebelumnya. Orang baru belum menguasai benar tentang teori, cara
mengatur kaki dan kuda-kuda WingChun dapat menggunakan Orang Kayu dan
mesti menunggu sampai mereka memiliki skill yang cukup. Teknik yang
digunakan terhadap Orang Kayu adalah diambil dari bentuk-bentuk jurus
WingChun yang diseleksi karena teknik yang sangat efektif dan praktis.
Bentuk tangan kosong terakhir adalah jurus Piu Tzi , tidak seperti Cham Khiu, Piu Tzi utamanya adalah sebuah jurus penyerangan.
Selain bentuk tangan kosong, sistem WingChun yang komplit meliputi dua
jenis senjata yaitu Golok ganda PaCamDou dan tiang kayu panjang Lok Tim
Pun . Kayu panjang digunakan diruang yang luas menghadapi lawan yang
banyak, sedangkan golok ganda adalah senjata jarak dekat.
Zaman
sekarang, para murid selalu meminta diajarkan bentuk-bentuk jurus yang
tingkat lebih tinggi sebelum mereka belajar yang pertama. Mereka pikir
bahwa jika mereka belajar lebih banyak bentuk dalam waktu yang singkat,
mereka akan menjadi lebih baik. Tentu ini adalah omong kosong! Hal yang
pokok adalah murid harus belajar dan memamahi bentuk jurus pertama
sebelum kemajuan, jika tidak pengetahuan mereka yang mendalam akan
dangkal dan mereka akan mengembangkan kebiasaan buruk. Sebuah pepatah
Chinese mengatakan tiada artinya memiliki banyak pisau dalam satu saku
jika tidak ada satupun yang dapat memotong.
Banyak murid datang
ke Club GM Victor Kan untuk latihan tingkat yang lebih tinggi. Mereka
mengatakan bahwa mereka memahami semua bentuk jurus tetapi ketika mereka
mengikutserta dalam latihan ChiSao, pengetahuan mereka yang dangkal
akan nampakkan sendiri. Posisi tangan mereka salah, sensitif tangan
mereka kurang dan respon juga sangat lambat, dan mereka tidak dapat
menangkis serangan lawannya. Hal ini berbasis perkataan zaman dahulu
bahwa ChiSao satu menit memberikan anda menentukan siapa pemain yang
lebih unggul.
Jadi sikap mental yang benar adalah inti untuk
sukses. Untuk melihat apakah murid memiliki sikap tersebut, sifu/guru
yang baik akan mengujinya dan mencari kerendahan hati, keinginan untuk
belajar serta ketekunan. Tanpa karakter tersebut tidak dapat
mengembangkan skill yang benar dalam sistem. Ingat, seribu jam latihan
untuk pemakaian satu menit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar